Rabu, 29 Oktober 2008

AKU HANYA AKAN HIDUP HARI INI


*GAMBAR SEKADAR HIASAN

Jika kita berada di pagi hari, janganlah menunggu sampai Petang.
Hari inilah yang akan kita jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan kebaikan dan keburukannya, dan bukan juga hari esok yang belum tentu datang.
Hari yang saat ini mataharinya menyinari kita dan siangnya menyapa kita, inilah HARI KITA!

AKU HANYA AKAN HIDUP HARI INI!. Karenanya aku akan menaman dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri!

AKU HANYA AKAN HIDUP HARI INI!. Maka aku akan mengatakan
:



Wahai masa lalu!
Yang telah berlalu dan selesai
Tenggelamlah seperti mataharimu
Aku tidak akan pernah menangisi kepergianmu
Dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedikitpun untuk mengingatmu.
Kamu telah pergi meninggalkan kami semua
Pergilah....
Dan tak akan pernah kembali!



Wahai masa depan!
Engkau masih dalam kegaiban
Maka, aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan
Dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan
Aku pun tak akan memburu sesuatu yang belum tentu ada
Karena hari esok adalah sesuatu yang belum diciptakan!


Umur kita, mungkin tinggal hari ini. Maka anggaplah masa hidup kita hanya hari ini, atau seakan-akan kita dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini. Dengan begitu, hidup kita tidak akan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan kerap menakutkan.

Pada hari ini pula, sebaiknya kita mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, kita harus bertekad mempersembahkan kualitas ibadah yang paling baik dan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian pada kesehatan jiwa dan raga serta perbuatan baik terhadap sesama

Pada hari dimana kita hidup saat inilah sebaiknya kita membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menit laksana ribuan tahun dan setiap detik laksana ratusan bulan. Tanamkanlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari ini, dan persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari ini!

Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian dan kebencian.

Jangan lupa, hendaklah kita goreskan pada dinding dan meja kita satu kalimat HARIMU ADALAH HARI INI!. Karena, bila hari ini kita makan nasi yang harum dan hangat, maka apakah nasi basi yang kita makan kemarin atau nasi yang hangat esok hari (yang belum tentu ada) itu akan merugikan kita?

Jika kita dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa kita harus bersedih atas air asin yang kita minum kemarin atau mengkwatirkan air hambar dan panas esok hari, yang belum tentu terjadi?

Jika kita percaya pada diri sendiri, serta memiliki semangat dan tekad yang kuat, kita akan menundukkan diri untuk berpegang pada prinsip : AKU HANYA AKAN HIDUP HARI INI. Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri kita setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi dan menyucikan semua amalan.


Dikutip dari buku La Tahzan - Dr. Aidh al - Qarni

0 KiRiMaN:

 

Abang BoyC ZoNe © 2008 . Design By: SkinCorner